Selasa, 16 Agustus 2011

LILIK BORDIR


Nama Pendiri : H.LILIK SUHARTINI ( LILIK )

Asli : Madura

No Hp : 081331729657

Tahun Berdirinya Toko Busana Lilik Bordir pada tahun 1990.
berkat bantuan pemerintah berupa beberapa mesin jahit, Lilik Bordir mampu bekerja sendiri. Sistem pemasaran awal pendistribusiannya dikirim dari pondok ke pondok. Melalui pengalaman bekerja di "Indah Bordir" dulu yang telah mengajarkan tentang bordir,kini Bu LIlik mampu membuka usaha sendiri dan mampu mengembangkannya sampai keluar pulau Jawa meliputi, Kalimantan, Bali, NTB, bahkan sampai ke luar negeri. Semua bahan baku  bordir yang diproduksi oleh Lilik bordir berasal dari kota Bandung.




 aneka jenis barang telah diproduksi seperti mukena, Kebaya,jass blazer,baju kokoh dan seragam pemerintah dengan variant harga mulai dari Rp. 80.000 sampai Rp. 700.000.
dengan di bantu sebanyak 55 orang pegawai toko Lilik Bordir mampu mencapai omzet hingga 60 juta/bulan.





SEPATUKOBER

SEPATU KOBER

Berdirinya sepatu kober ini mulai tahun 1988/1989 yang didirikan oleh pak hanafi bermula modal sendiri atau mandiri hingga sekarang pak hanafi memiliki 15 karyawan tetap ,dalam system bekerja karyawan membawa pulang sehingga banyak karyawan bisa dapat melakukan aktivitas dirumah sambil bekerja.pak hanafi memproduksi sepatu olah raga seperti Sepatu Futsal,Sepatu badminton dll

Dalam sistem pemasaran pak hanafi lebih cenderung memasarkan secara langsung kedistribusi dan secara grosir tempat yang sering di pasarkan di daerah Surabaya seperti pasar turi dll.

Dalam melakukan usaha pasti ada kendala begitu pula pak hanafi dalam kendala produksi sepatu lebih kemasalah modal dan masalah karyawan misalnya jika banyak orderan karyawan banyak yang rewel dan sebaliknya jika orderan sepi karyawan giat. Sampai sekarang kendala itu yang belum bisa teratasi

Dalam nama sepatunya pak hanafi memiliki merek tersendiri yakni KOBER dan memiliki arti sendiri buat pak hanafi yakni Kober sama artinya sebisanya atau kalau ada waktU dan pelanggan bisa memesan merek lain sehingga kenyamanan pelanggan diutamakan dalam pemesanan ,Produksi sepatu yang buat oleh pak hanafi tidak kala dengan produk-produk lain desainnya sangat modern dan elegan warnanya di padukan sangat serasi dan tidak mencolok ,Secara desain pak hanafi di bantu oleh putra nya untuk mendesain sepatunya. Ia mencari model terbaru dari internet. 


















INDUSTRI RUMAH TANGGA



Industri rumah tangga yang terdapat di desa GajahBendo sebagian besar terdapat di Dusun Talangan. Industri-industri yang dijalankan antara lain yaitu pembuatan Painting Busana, Bidang Jasa (Penyediaan Barang Setengah Jadi), Pembuatan Tahu, Tempe, Kardus  dan pembuatan Perak

Industri Painting Busana  

Paiting Busana adalah seni melukis dengan media kain / bermacam-macam model busana .  Paiting busana di jalil awal berdirinya awal 2010 hasil produksinya berupa kerudung, jubah, mukenah, sepatu dan tas. Kisaran harganya untuk tiap kerudung sekitar Rp.10.000,- sampai Rp.22.000,- sedangkan  untuk harga mukenah antara Rp. 50.000,- sampai Rp.150.000,-


Industri Penyediaan jasa (barang setengah jadi)

Selain Industri Painting busana , terdapat juga industri Penyediaan jasa  (barang Setengah jadi) at yangterletak di Kampung GajahBendo.Permintaan pasar untuk industri ini cukup besar, namun karena industri ini hanya berdasarkan modal sendiri sehingga modal yang digunakan dalam usaha cenderung kecil.Industri ini pernah mencoba untuk mengajukan kredit uang ke bank dengan 3 kali cicilan.

Industri ini bekerja sama dengan dua perusahaan.  Nama Pemilik Titi Ma’rufa. Usaha Ini dirintis sekitar Sepuluh tahun yang lalu dengan sistem kerja sama. Bahan bakunya berasal dari perusahaan yang memesan dengan jumlah karyawan sekitar 20 orang dan jumlah mesin sebanyak  20 buah.


ada juga industri pembuatan tahu, tempe, kardus, perak dll.



MATA PENCARIAN



Mata pencaharian sebagian besar penduduk Gajah Bendo adalah petani, peternak dan pedagang  Para petani yang bekerja di desa memiliki usia relatif 35 tahun keatas. Sementara lelaki usia 20 – 35 tahun lebih memilih bekerja di luar desa dengan usaha yang dilakukan antara lain berdagang, pemilik pabrik, pemilik kos-kosan, dan lain-lain. Hasil komoditas pertanian yang terdapat di Desa Gajahbendo adalah padi sawah, palawijah, sayur-sayuran dan buah-buahan .sedangkan dalam perdagangan berupa  toko warun, pedagang kakilima dan peternakan berupa peternak ayam, kambing sapi potong, dan kerbau

kebanyakan hasil pertanian desa sudah dijual sebagai pendapatan masyarakat, namun masih ada para petani subsisten yang memakan hasil taninya untuk konsumsi sehari-hari mereka. Rata-rata petani yang memiliki lahan atau ladang yang luas menjual hasil pertaniannya ke pasar melalui tengkulak dan hinga saat ini tidak ada petani yang menjual hasil taninya langsung ke pasar.